Khotbah pada Minggu 1 Adven disampaikan di GKI Halimun Jakarta, Minggu, 3 Desember 2023 dari bacaan Alkitab: Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37 Adven atau lengkapnya Adventus adalah bahasa latin. Artinya kedatangan. Kita merayakan adven, kedatangan. Kedatangan Tuhan Yesus kembali pada akhir zaman. Nanti akan tiba saatnya, Tuhan Yesus akan memeriksa keseriusan hidup kita yang sudah diselamatkan dari cengkeraman kuasa dosa. Tuhan Yesus akan memimpin dunia ini dengan menghadirkan Langit yang baru dan Bumi yang baru . Yerusalem baru . Dunia di mana kuasa-kuasa dunia yang jahat, yang dilambangkan seperti benda-benda langit akan kalah dengan kuasa kebaikan Kristus. Maka pesan penting dari minggu-minggu adven adalah, kalau diungkapkan dengan pertanyaan untuk diri sendiri:“ "Apakah aku serius dengan imanku?”" Apakah aku serius ikut Tuhan Yesus?” “Apakah hidupku mau dibuat menjadi baru karena kuasa Roh Kudus sesuai kehendak kas...
Setelah absen sebulan, kini waktunya menulis lagi. :)
BMG meramalkan di bulan Pebruari ini curah hujan cukup tinggi. Beberapa daerah langganan banjir mesti kembali bersiap. Kebanjiran maksudnya.
Beberapa tindakan antispiasi Banjir (di beberapa daerah rawan banjir) di Jakarta, sedikit banyak telah dilakukan. Tetapi dalam kecepatan bajaj (2 tak) dan bukan ambulan gawat darurat. Ah, ada apa ini? Mungkin mereka (dan saya juga kadang-kadang) telah terbiasa dengan mental pembiaran. Mental sudah biasa. Toh, nanti banjir akan surut. Mau apa lagi? terima saja.
Hidup sih tidak apa-apa dengan mental pembiaran. Cuma ya itu tadi, seperti bajaj 2 tak, jalannya amat lambat membuat penumpang dan orang lain dibelakangnya terganggu. Apakah mental seperti ini dapat diubah? Hmmm... ?
BMG meramalkan di bulan Pebruari ini curah hujan cukup tinggi. Beberapa daerah langganan banjir mesti kembali bersiap. Kebanjiran maksudnya.
Beberapa tindakan antispiasi Banjir (di beberapa daerah rawan banjir) di Jakarta, sedikit banyak telah dilakukan. Tetapi dalam kecepatan bajaj (2 tak) dan bukan ambulan gawat darurat. Ah, ada apa ini? Mungkin mereka (dan saya juga kadang-kadang) telah terbiasa dengan mental pembiaran. Mental sudah biasa. Toh, nanti banjir akan surut. Mau apa lagi? terima saja.
Hidup sih tidak apa-apa dengan mental pembiaran. Cuma ya itu tadi, seperti bajaj 2 tak, jalannya amat lambat membuat penumpang dan orang lain dibelakangnya terganggu. Apakah mental seperti ini dapat diubah? Hmmm... ?

Komentar
Posting Komentar