Tadi siang saya membagikan perenungan Efesus 4:11-16 di pemuda GKI Nurdin. Saya menjelaskan bahwa Gereja terdiri dari orang-orang yang mendapatkan beragam karunia rohani dari Allah di dalam Yesus Kristus dan melalui kekuatan Roh Kudus.
Rasul-rasul, pemberita-pemberita Injil, para gembala, para pengajar, pada zaman gereja Efesus adalah orang-orang yang mendapatkan karunia rohani berupa pelayanan kepemimpinan. Mereka menjadi pencetus, penyemangat, peraih, pelatih, untuk meperlengkapi jemaat supaya dapat mengenal Kristus dengan utuh. Pengenalan itu bukan saja pada akhirnya akan memampukan jemaat cakap memilah apa-apa yang bukan pengajaran Kristus, tetapi juga kemampuan untuk melayani yang lain dengan kasih yang nyata sebagaimana Kristus sudah tunjukkan dalam karya-Nya di bumi.
Tentu ada proses dinamis dalam kehidupan gereja. Proses yang bukan semata-mata mengandalkan kekuatan diri semata, tetapi proses yang berjalan di dalam kebenaran yang diikuti kasih. Bukan kebenaran yang ditunjukkan dengan penghakiman apalagi kebencian. Di dalam kehidupan jemaat akan ada pertumbuhan yang ditumbuhkan oleh kekuatan kasih Allah. Ini tidak boleh dilupakan dan disangkal.
Jemaat harus menyadari bahwa karunia rohani yang didapatkan dari Allah memiliki nilai hakiki yang sama dengan fungsi yang berbeda. Ini menjadi kekuatan tersendiri dalam kehidupan jemaat sehingga satu sama lain dapat saling melengkapi untuk bertumbuh bersama di dalam segala hal yang baik sebagaimana dikehendaki Kristus. Masing-masing membutuhkan yang lain. Masing-masing harus memberikan apa yang tebaik dari dirinya untuk kebaikan bersama dan memberikan dampak kasih yang nyata bagi komunitas di mana mereka berada.
Pemuda GKI Nurdin memberikan tema kepada saya "Bangga dan Setia menjadi jemaat". Terkait penjelasan Efesus 4:11-16 di atas, maka saya menjelaskan bahwa, jika gereja di mana seseorang ada di dalamnya :
1. Menjadikan Kristus sebagai kepala (ada penekanan untuk menghidupi kasih yang berkurban dan kerendahan hati dalam kehidupan komunitas)
2. Bukan hanya "menyuapi" tetapi memperlengkapi setiap pribadi untuk menjadi dewasa dalam iman dan cakap melakukan kasih, saling melayani dengan tulus
3. Mendorong setiap pribadi untuk tidak memikirkan diri sendiri saja, tetapi juga sesama ciptaan-Nya yang harus dikasihi dengan kepedulian yang nyata
Maka gereja tersebut layak untuk dibanggakan, dipercaya dan orang tidak perlu ragu untuk setia menjadi bagian di dalamnya.
Nah, gereja apakah itu?
Minggu 26 Juni 2016.
Komentar
Posting Komentar