Di awal tahun ini, perhatian kita di bawa kepada bacaan Injil tentang penghakiman terakhir. Maksudnya tentu bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan bahwa hidup kita punya tujuan dan arah yang jelas, yaitu menikmati kebahagiaan bersama Tuhan Yesus Kristus, Raja kehidupan kita.
Bukan hanya itu, di dalam bacaan kita ini kita menjumpai banyak pesan-pesan kabar baik yang dapat menginspirasi cara kita mengisi tahun yang baru ini. Seperti tema kebaktian kita mengatakan: Allah Peduli, sungguh betul sekali. Allah Peduli kepada kita. Apa saja bentuk-bentuk kepedulian Allah?
Pertama, kepedulian Allah terlihat dari bekal hikmat suci yang diberikan-Nya supaya kita tiba pada tujuan yang membahagiakan, pada hidup kekal, hidup yang benar-benar hidup.
Jika Tuhan mengizinkan kita untuk hidup di dunia ini, itu berarti ada perjalanan yang mesti dilakukan, karya yang dihasilkan dan berkat yang dilanjutkan.
Akan tiba saatnya Tuhan menyatakan tugas kita selesai di dunia ini dan karena bekal hikmat suci yang kita pegang dan kita lakukan dalam hidup ini maka kita akan ada dalam persekutuan yang terberkati dengan Kristus kelak.
Itulah sebabnya sudah sekian lama kita berbakti bersama di tahun baru, pertama untuk merayakan minggu sesudah natal, yaitu supaya kita ingat bahwa Allah bersama kita dalam kasih dan nama Tuhan Yesus, tetapi juga kita membutuhkan bekal dalam perjalanan kita di hari-hari mendatang.
Kedua, kepedulian Allah terlihat melalui keadilan yang selalu diberikan-Nya atas dasar kasih bagi semua orang.
Kekecewaan, kesedihan, perseteruan dalam hidup biasanya terjadi karena kita diperlakukan tidak adil oleh sesama kita maupun oleh keadaan. Tetapi bagi kita kali ini disampaikan kabar baik bahwa Allah akan menunjukkan keadilan-Nya. Karena Allah itu adalah kasih, Allah tidak rela anak-anak-Nya diperlakukan tidak adil.
Allah akan mendidik dengan tegas setiap orang yang tidak menunjukkan kasih-Nya dengan nyata, yang masih tinggal dalam dosa kelalaian, yang tidak melakukan apa-apa sehingga kejahatan merajalela, Allah akan didik orang-orang yang seperti itu dengan tegas. Orang-orang yang seperti itu tidak mengalami perubahan hidup, masih terjebak dalam kekuasaan Iblis.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang yang memberlakukan apa yang diajarkan Kristus, dengan tindakan nyata yang tulus, tanpa dipaksa, sewaktu memenuhi kebutuhan pokok sesama yang membutuhkan, dengan menyingkirkan hambatan-hambatan yang membuat sesama tidak dapat berkembang hidupnya, yang cepat tanggap dalam melakukan apa yang semestinya dilakukan sebagai bentuk melanjutkan berkat Tuhan, maka orang-orang seperti itu akan menikmati kehidupan yang benar-benar hidup.
Ketiga, kepedulian Allah terlihat melalui keberpihakan dan persahabatan Tuhan dengan orang yang terbatas dalam memenuhi kebutuhan hidup dan yang terhambat aktivitas hidupnya karena belenggu-belenggu yang menghalangi.
Dalam Mat. 25:40 dituliskan: Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Tuhan Yesus menggambarkan kehadiran-Nya sebagai Raja yang memandang orang-orang yang kesusahan itu sebagai saudara dan perwakilan-Nya sendiri.
Jadi jika saat ini kita percaya kepada Tuhan Yesus dan kita mengalami kesusahan dan keterbatasan dalam hidup, jangan kecil hati dan khawatir, sebab Tuhan Yesus peduli kepada kita, berpihak dan menjadikan kita saudara-saudara-Nya.
Kita percaya bahwa sebelum kita menutup mata, akan selalu ada saudara-saudara Tuhan Yesus yang lain, dalam diri orang-orang yang memegang bekal hikmat dari Tuhan, yang mengasihi Tuhan Yesus dan akan menunjukkan kepeduliannya kepada kita.
Demikianlah tiga bukti nyata kepedulian Allah yang kita temukan dalam perikop penghakiman terakhir ini.
Allah berikan kita bekal pengajaran hikmat untuk bertindak
Allah akan menyatakan keadilan-Nya karena kasih-Nya bagi kita
Allah ada bersama kita sewaktu kita susah dan terbatas
Selain kabar baik ini, sebagai orang-orang yang sudah menerima kabar baik, maka kita semua juga dipanggil untuk hidup dalam tindakan iman. Panggilan dari Tuhan untuk kita di awal tahun ini ialah:
Bersediakah bekal pengajaran dari Tuhan kita pegang setiap hari dalam hidup kita, sampai saat kita menutup mata?
Bersediakah kita bertobat dari dosa kelalaian dan pengabaian untuk mengerjakan apa yang semestinya kita lakukan sebagai orang-orang yang hidup dalam kerajaan kasih Kristus?
Bersediakah kita bersekutu dengan Tuhan Yesus, Raja hidup kita, dengan melakukan tindakan nyata kepada Saudara-saudara Tuhan Yesus yang paling hina, yang lemah, yang butuh pertolongan kita?
Komentar
Posting Komentar